Sebenarnya ini adalah pengalaman yag tidak disengaja. ;)
Beberapa hal saya temui ketika dengan tidak sengaja mengalami sebuah
peristiwa kemudian saya mengambil filosofinya...
Waktu itu saya di rumah sendiri, karena kebetulan suami sedang mendapat
tugas untuk mengikuti pelatihan di VEDC Malang selama 18 hari! (wow....lamaa
bangettt ga kebayang jadinya tuh hahaha...)
Singkat cerita karena di ruma sendiri saya banyak melakukan pekerjaan yang
sebenarnya jarang saya lakukan jika suami di rumah seperti : menyapu belakang
rumah! Hahahaha, kelihatan malesnya.
Yah pokoknya banyak sih pekerjaan yang kecil-kecil jadi saya lakukan saat
di rumah sendiri, biasanya sih pulang kerja tiduran, ibadah, nonton tv sampai
sore, malam keluar cari makan karena memang jarang masak (hahaha), lalu pulang
nonton tv, tidur dan kembali lagi pagi hari....
Nah suatu saat, karena ingin berangkat kerja saya bangun pagi (hahaha), dan
memang terbiasa tidak sarapan sih, paling minum susu atau En*rg*n (kalo pas
lagi ada....hahaha) sebelum mandi saya sempat tiba-tiba kepikiran untuk
membersihkan kaca helm saya...(entah waktu itu ada angin apa tiba-tiba saya
terpikir seperti itu....hahahaha).
Kaca helm tersebut sih cuma saya bersihkan dengan tisu, dan ternyata
membutuhkan tisu yang sangat banyak karena memang kotor banget! Hahahahaha
Merasa sudah sangat bersih dan kalo dipakai buat kaca berasa tembus karena
kacanya bening....hahahahaha...akhirnya saya putuskan untuk menyudahi kegiatan
membersihkan kaca helm tersebut. Dan saya pun bisa tersenyum lebar dan puas...
:D
Setelah waktu menunjukkan setengah tujuh lebih...saya pun berangkat dari
rumah kontrakan menuju tempat kerja tercinta...(cie..cie...)
Di sepanjang perjalanan saya merasakan sesuatu yang berbeda...berasa saya melihat
dengan jernih dan tidak terbiasa dengan hal itu dan ternyata itu karena kaca
helm saya yang bersih....hahahahaha (karena kalau bersepeda memang kaca helm
ditutup karena sudah banyak debu yang beterbangan). FYI saya menggunakan kaca
helm yang bertipe bening.
Saat itu saya merasa senang sekali entah kenapa dan saya bisa senyum
lebar-lebar tengok kanan-kiri dengan PD nya wkwkwkkwkwkw....
Dan tiba-tiba terlintas dalam benak saya....jika penglihatan kita bersih maka saat kita melihat sesuatu terasa
semuanya juga indah dan baik, begitu juga sebaliknya kalau penglihatan kita
kotor maka saat kita melihat walaupun itu sesuatu yang baik maka tetap saja
akan kelihatan jelek.
Dan itulah manusia, yang mengendalikan baik buruknya kita adalah hati. Saat
hati kita sudah tercemar maka jangan pernah berharap untuk dapat melihat
kebaikan orang lain, bahkan parahnya saat seseorang berbuat baik pun maka di
mata kita tetap saja akan tidak ada baiknya.
Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam telah menggambarkan kepada kita tentang hal tersebut dalam sabdanya:
«أَلا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا
صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ،
أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ» رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah! Sesungguhnya dalam tubuh ini ada
segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia
rusak. Maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah! ia adalah hati”.
Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu istiqomah dalam
menjaga hati seperti “Nabi SAW sering berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Tuhan
yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu.’