Sabtu, 23 Mei 2015

Bersihkan Hati untuk Melihat Kebaikan



Sebenarnya ini adalah pengalaman yag tidak disengaja. ;)

Beberapa hal saya temui ketika dengan tidak sengaja mengalami sebuah peristiwa kemudian saya mengambil filosofinya... 

Waktu itu saya di rumah sendiri, karena kebetulan suami sedang mendapat tugas untuk mengikuti pelatihan di VEDC Malang selama 18 hari! (wow....lamaa bangettt ga kebayang jadinya tuh hahaha...)

Singkat cerita karena di ruma sendiri saya banyak melakukan pekerjaan yang sebenarnya jarang saya lakukan jika suami di rumah seperti : menyapu belakang rumah! Hahahaha, kelihatan malesnya.
Yah pokoknya banyak sih pekerjaan yang kecil-kecil jadi saya lakukan saat di rumah sendiri, biasanya sih pulang kerja tiduran, ibadah, nonton tv sampai sore, malam keluar cari makan karena memang jarang masak (hahaha), lalu pulang nonton tv, tidur dan kembali lagi pagi hari....

Nah suatu saat, karena ingin berangkat kerja saya bangun pagi (hahaha), dan memang terbiasa tidak sarapan sih, paling minum susu atau En*rg*n (kalo pas lagi ada....hahaha) sebelum mandi saya sempat tiba-tiba kepikiran untuk membersihkan kaca helm saya...(entah waktu itu ada angin apa tiba-tiba saya terpikir seperti itu....hahahaha).

Kaca helm tersebut sih cuma saya bersihkan dengan tisu, dan ternyata membutuhkan tisu yang sangat banyak karena memang kotor banget! Hahahahaha

Merasa sudah sangat bersih dan kalo dipakai buat kaca berasa tembus karena kacanya bening....hahahahaha...akhirnya saya putuskan untuk menyudahi kegiatan membersihkan kaca helm tersebut. Dan saya pun bisa tersenyum lebar dan puas... :D
Setelah waktu menunjukkan setengah tujuh lebih...saya pun berangkat dari rumah kontrakan menuju tempat kerja tercinta...(cie..cie...)

Di sepanjang perjalanan saya merasakan sesuatu yang berbeda...berasa saya melihat dengan jernih dan tidak terbiasa dengan hal itu dan ternyata itu karena kaca helm saya yang bersih....hahahahaha (karena kalau bersepeda memang kaca helm ditutup karena sudah banyak debu yang beterbangan). FYI saya menggunakan kaca helm yang bertipe bening.

Saat itu saya merasa senang sekali entah kenapa dan saya bisa senyum lebar-lebar tengok kanan-kiri dengan PD nya wkwkwkkwkwkw....

Dan tiba-tiba terlintas dalam benak saya....jika penglihatan kita bersih maka saat kita melihat sesuatu terasa semuanya juga indah dan baik, begitu juga sebaliknya kalau penglihatan kita kotor maka saat kita melihat walaupun itu sesuatu yang baik maka tetap saja akan kelihatan jelek.
Dan itulah manusia, yang mengendalikan baik buruknya kita adalah hati. Saat hati kita sudah tercemar maka jangan pernah berharap untuk dapat melihat kebaikan orang lain, bahkan parahnya saat seseorang berbuat baik pun maka di mata kita tetap saja akan tidak ada baiknya.

Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada kita tentang hal tersebut dalam sabdanya:
«أَلا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ» رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah! Sesungguhnya dalam tubuh ini ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak. Maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah! ia adalah hati”.
Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu istiqomah dalam menjaga hati seperti “Nabi SAW sering berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu.’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar